PENERAPAN FISIOTERAPI DADA DAN PURSED LIPS BREATHING (PLB) PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIS (PPOK) YANG MENGALAMI BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF DI RUANG KENANGA RUMAH SAKIT TK.II 03.05.01 DUSTIRA PADA TANGGAL 15 – 17 JUNI 2023

Record Detail

CD-ROM

PENERAPAN FISIOTERAPI DADA DAN PURSED LIPS BREATHING (PLB) PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIS (PPOK) YANG MENGALAMI BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF DI RUANG KENANGA RUMAH SAKIT TK.II 03.05.01 DUSTIRA PADA TANGGAL 15 – 17 JUNI 2023

XML

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit tidak menular yang menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia dengan mencapai 251 juta orang dan menyebabkan kematian hingga 3.17 juta atau 6% ditahun 2015. Salah satu keluhan utama pada pasien PPOK yaitu Sesak napas yang sangat memengaruhi aspek kehidupan pasien yang berdampak pada keluarga, aktivitas sosial, dan kegiatan sehari-hari. Pada pasien PPOK salahsatu intervensi untuk mengurangi sesak napas dan batuk yaitu dilakukan tindakan fisioterapi dada dan pursed lips breathing. Fisioterapi dada yang dilakukan seperti clapping, vibrasi, dan postural drainase dikombinasikan dengan pursed lips breathing dilakukan seolah-olah secara meniup lilin merupakan terapi non farmakologis yang diterapkan pada pasien dengan gangguan sistem pernapasan untuk meningkatkan efisiensi pola napas dan bersihan jalan napas. Studi kasus ini menggambarkan penerapan fisioterapi dada dan pursed lips breathing pada pasien PPOK yang mengalami bersihan jalan napas tidak efektif. Jenis metode studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan 1 responden. Dari hasil studi kasus yang didapat menunjukkan bahwa pasien mengeluh sesak napas dan batuk berdahak yang sulit dikeluarkan, terdapat PCH, penggunaan otot bantu napas, respirasi 27x/menit, Spo2 92%, terdapat suara napas tambahan (ronkhi) dan indikator batuk efektif sedang, produksi sputum sedang dimana terdapat sputum saat di auskultasi, ronchi cukup meningkat dan dispnea cukup meningkat. Sehingga didapatkan masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Diberikan tindakan fisioterapi dada dan pursed lips breathing yang dilakukan dalam 30 menit dengan 1 kali pertemuan selama 3 hari berturut-turut. Disimpulkan bahwa tindakan fisioterapi dada dan pursed lips breathing yang dilakukan selama 3 hari berpengaruh untuk mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif. Penulis merekomendasikan agar fisioterapi dada dan pursed lips breathing dapat diterapkan di rumah sakit pada pasien PPOK yang mengalami bersihan jalan napas tidak efektif.

Kata Kunci : Bersihan jalan napas tidak efektif, Fisioterapi dada, PPOK, Pursed lips breathing.


Detail Information

Item Type
Karya Tulis Ilmiah
Penulis
Raden Berlian Cahya - Personal Name
Student ID
20.137
Dosen Pembimbing
Abdul Aziz, S.Kep., Ners., M.Kep - - Dosen Pembimbing 1
Novi Malisa, M.Kep., Ners., M.Kep - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
Edition
Published
Departement
KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH
Contributor
Language
Indonesia
Publisher STIKES RS DUSTIRA : Cimahi.,
Edition
Published
Subject(s)
No Panggil
617 RAD p
Copyright
Sekolah TInggi Ilmu Kesehatan (STIKes) RS Dustira
Doi

File Attachment

LOADING LIST...



Information


RECORD DETAIL


Back To Previous  XML Detail