<br />
<b>Notice</b>:  Undefined index: item_type_code in <b>/var/www/html/repo.srsd/lib/detail.inc.php</b> on line <b>462</b><br />
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2149">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PENERAPAN PEMBERIAN LATIHAN MENELAN PADA PASIEN STROKE YANG MENGALAMI  GANGGUAN MENELAN DI  RUANG KENANGA RUMAH SAKIT TK II DUSTIRA  CIMAHI TANGGAL 26 MEI - 1 JUNI TAHUN 2023]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dita Nur Salwa</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Triana Dewi S, S.Kp., M.Kep</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dessi Kusmawati, S.Kep., Ners., M.Kep</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dessi Kusmadewi, S.Kep.,Ners.,M.Kep</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Imanuel Sri Mei W, S.Kep.,Ners.M.Kep</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Triana Dewi S, S.Kp., M.Kep</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Cimahi]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES RS DUSTIRA]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Karya Tulis Ilmiah]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[5]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Sekolah TInggi Ilmu Kesehatan (STIKes) RS Dustira]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[CD-ROM]]></form>
<extent><![CDATA[I+91 hlm.; 21 X 29 CM]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Prevalensi penyakit stroke di Rumah Sakit Dustira terdapat sebanyak 124 orang. Stroke didefinisikan sebagai defisit (gangguan) fungsi sistem saraf yang terjadi mendadak dan disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak. Tanda dan gejalanya yaitu terdapat gangguan menelan. Komplikasi jika tidak dilakukan latihan menelan dapat menyebabkan pneumoni aspirasi.  Latihan menelan merupakan salah satu terapi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan menelan difokuskan pada penguatan otot dan membangun koordinasi saraf dan otot yang terlibat dalam proses menelan. Jenis metode kasus ini menggunakan metode deskriptif yaitu metode yang dilakukan untuk menemukan gambaran tentang masalah kesehatan pada penyakit stroke yang mengalami gangguan menelan. Instrument yang digunakan yaitu standar operasional prosedur latihan menelan dan lembar observasi untuk mengetahui hasil sebelum tindakan latihan menelan dan sesudah tindakan latihan menelan. Hasil pengkajian yang didapatkan, pasien mengalami kesulitan menggerakkan lidah ke kanan kiri dan atas, reflek menelan mengalami gangguan, terdengar pelo saat berbicara, pasien sering mengalami tersedak saat makan ataupun minum sehingga diangkat masalah keperawatan gangguan menelan.  Latihan menelan dilakukan 3 kali sehari dalam kurun waktu 7 hari dengan durasi waktu 30 menit untuk 1 kali pertemuan. Evaluasi yang dicapai pada kasus ini yaitu gangguan menelan yang awalnya reflek menelan 3 (sedang) setelah dilakukan tindakan menjadi 4 (cukup meningkat). Disimpulkan bahwa latihan menelan dapat meningkatkan  reflek menelan kepada pasien stroke yang mengalami gangguan menelan. Dengan demikian penulis memberikan saran bagi pasien dan keluarga agar dapat mengaplikasikan latihan menelan secara mandiri.

Kata Kunci : Gangguan Menelan, Latihan Menelan, Stroke</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[GANGGUAN MENELAN]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[LATIHAN MENELAN]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[STROKE]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[617]]></classification><ministry><![CDATA[0]]></ministry><studentID><![CDATA[20.062]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230709]]></identifier><departementID><![CDATA[KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Perpustakaan STIKes RS Dustira Repositori Institusi]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[617 DIT p]]></shelfLocator>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2149]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-09 16:09:12]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-09 16:09:12]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>