<br />
<b>Notice</b>:  Undefined index: item_type_code in <b>/var/www/html/repo.srsd/lib/detail.inc.php</b> on line <b>462</b><br />
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2309">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PENERAPAN TERAPI KOMPRES HANGAT DAN RELAKSASI NAFAS DALAM PADA PASIEN RHEUMATOID ARTHRITIS DI POLI INTERNA  RUMAH SAKIT DUSTIRA 02-05 MEI 2024]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FADILA PEBRIA ANANDA RAHMAWATI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Triana Dewi S, S.Kp., M.Kep</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dessi Kusmawati, S.Kep., Ners., M.Kep</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Cimahi]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES RS DUSTIRA]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Karya Tulis Ilmiah]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[5]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Sekolah TInggi Ilmu Kesehatan (STIKes) RS Dustira]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[CD-ROM]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Rheumatoid arthritis merupakan salah satu penyakit kronis penyebab masalah kesehatan pada lansia yang dapat menyebabkan kemunduran sistem motorik pada lansia. Angka kejadian rheumatoid arthritis menurut Dinas Kesehatan Cimahi pada tahun 2023 ada  292 Jiwa. Gejala dan tanda pada umumnya nyeri, kekakuan dan keterbatasan pergerakan. Salah satu upaya non farnakologi untuk mengatasi hal tersebut yaitu pemberian kompres hangat dengan kombinasi nafas. Tindakan ini merupakan terapi yang dapat digunakan untuk meredakan maupun mengurangi nyeri sehingga dapat memberikan reaksi rileks. Tujuan studi kasus menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien rheumatoid arthritis melalui kompres hangat dan relaksasi nafas dalam. Fokus penelitian pada studi kasus ini yaitu pasien yang mengalami nyeri kronis dengan 1 subjek pasien dengan kriteria inklusi yaitu pasien rheumatoid arthritis yang sedang menjalani pengobatan lebih dari 3 bulan, berusia dewasa maupun lansia, dengan gangguan nyeri > 24 jam dengan skala numerik sedang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil pengkajian didapatkan nyeri sedang skala 6 dibagian lutut kanan, meringis, kemampuan ROM pasien menurun saat dilakukan fleksi maupun ekstensi, kekuatan otot kaki kanan menurun. Dirumuskan masalah keperawatan nyeri kronis berhubungan dengan kondisi musculoskeletal kronis. Implementasi terapi kompres hangat dengan nafas dalam dilakukan selama 3 hari dengan waktu 15 menit. Evaluasi yang dicapai pada studi kasus ini yaitu skala nyeri 3, meringis menurun, sikap protektif menurun, tekanan darah, frekuensi nadi, pola nafas membaik. Dapat disimpulkan bahwa penerapan terapi kompres hangat dan nafas dalam dapat menurunkan keluhan nyeri pada pasien RA. Rekomendasi disampaikan kepada masyarakat dapat menerapkan kompres hangat dan relaksasi nafas dalam secara mandiri.
Kata Kunci : Kompres hangat , Lansia,  Nafas dalam, Rheumatoid arthritis</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[elderly]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Deep breathing]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Rheumatoid Arthritis]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[617]]></classification><ministry><![CDATA[0]]></ministry><studentID><![CDATA[21.012]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240527]]></identifier><departementID><![CDATA[D3 Keperawatan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Perpustakaan STIKes RS Dustira Repositori Institusi]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[617 FAD p]]></shelfLocator>
</location>
<slims:image><![CDATA[Cover_KTI.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2309]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-09 09:18:06]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-09 09:18:06]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>