<br />
<b>Notice</b>:  Undefined index: item_type_code in <b>/var/www/html/repo.srsd/lib/detail.inc.php</b> on line <b>462</b><br />
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2444">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Penerapan Senam Kaki Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II yang Mengalami Gangguan Perfusi Perifer Tidak Efektif di Ruang E3 RSUD Cibabat Tanggal 14 - 16 Mei 2025]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Tri Lestari Nur Ilmi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>H. Edi Supriadi, S.Kep., Ners., M.Kep</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dessi Kusmawati, S.Kep., Ners., M.Kep</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Cimahi]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES RS DUSTIRA]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Karya Tulis Ilmiah]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[5]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Sekolah TInggi Ilmu Kesehatan (STIKes) RS Dustira]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[I+84 hlm., 21 X 29 CM]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Latar belakang: Diabetes melitus disebabkan oleh kombinasi faktor genetik yang berhubungan dengan sekresi insulin, resistensi insulin , dan faktor lingkungan seperti obesitas, makan berlebih, kurang olahraga dan stress, jika tidak segera di lakukan tindakan dapat menyebabkan komplikasi salah satu perfusi perifer tidak efektif yaitu penderita mengalami penurunan sirkulasi darah yang dapat mengganggu metabolisme. Salah satu intervensi untuk mencegah perfusi perifer tidak efektif yaitu senam kaki diabetik. Tujuan: menggambarkan penerapan senam kaki diabetik pada pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan gangguan perfusi perifer di ruang E3 RSUD Cibabat. Metode: studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan studi kasus. Subjek penelitian ini satu orang pasien dengan kriteria inklusi pasien yang mempunyai penyakit Diabetes Melitus Tipe II, berumur 57 tahun, pasien yang mengalami gangguan perfusi seperti akral dingin, parastesia, nadi melambat, kulit pucat, pasien dengan sadar penuh, dan pasien yang bersedia menjadi responden dengan menandatangani surat informed consent. Instrument yang digunakan dalam studi kasus ini yaitu lembar pemeriksaan Ipswich touch test, dan lembar observasi. Hasil dan pembahasan: Hasil pengkajian menunjukan klien mengalami parastesia,akral dingin, nadi melemah dan warna kulit pucat. Pelaksanaan intervensi senaam kaki diabetik secara bertahap dilakukan selama 3 hari berturut turut dalam waktu 20-30 menit. Hasil meunjukan parastesia menurun, nadi meningkat, turgor kembali 3 detik setelah dilakukan penerapan senam kaki diabetik menjadi membaik. Terdapat kesesuaian antara teori dan hasil yang menunjukan penurunan pada pasien gangguan perfusi perifer terhadap penerapan senam kaki.Kesimpulan dan saran: Penerapan senam kaki dapat mencegah perfusi perifer tidak efektif pada Diabetes Melitus tipe II. Penulis merekomendasikan kepada pasien dan keluarga untuk melakukan penerapan senam kaki diabetik secara rutin. 

Kata kunci: Diabetes Melitus Tipe II, Gangguan Perfusi Perifer, Senam Kaki Diabetik.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[SENAM KAKI DIABETES]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[617]]></classification><ministry><![CDATA[0]]></ministry><studentID><![CDATA[144012022049]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250630]]></identifier><departementID><![CDATA[D3 Keperawatan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Perpustakaan STIKes RS Dustira Repositori Institusi]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[617 TRI p]]></shelfLocator>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2444]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-08-20 09:03:40]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-08-20 09:03:40]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>